Gowa-lintassulawesinews.com-Di sudut kampung yang jauh dari sorotan, masih banyak keluarga miskin yang hidup tanpa pernah merasakan bantuan sosial yang selama ini digembar-gemborkan.
(Pemda) Pemerintah kab Gowa Sulawesi selatan Saat program bantuan terus diumumkan kenyataannya ada warga yang bahkan namanya tak pernah masuk daftar penerima.
Seperti yang dialami Taso dg mile seorang warga yang beralamat Batu Pondok lingkungan Bontosunggu Kel Lanna Kec Parangloe kab Gowa puluhan tahun tidak pernah merasakan yang namanya bantuan dari pemerintah,Jumat 1 mei 2026.
Sesuai Pantauan lintassulawesinews.com Taso Dg Mile yang bekerja serabutan demi makan seadanya. Ironisnya, selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan, ia mengaku tak pernah menerima bantuan apa pun, baik sembako, BLT, maupun subsidi lainnya.
“Katanya ada bantuan untuk orang miskin, tapi saya tidak pernah dapat. Bahkan didata pun tidak,” ujarnya.
Kondisi ini bukan cerita warga miskin seperti ini patut diberikan bantuan tapi proses pendataan di Kel Lanna oleh data yang tak akurat, birokrasi berbelit, atau dugaan pilih kasih dalam penyaluran bantuan itulah yang terjadi.
Mereka yang seharusnya menjadi prioritas justru tercecer, sementara sebagian bantuan diduga salah sasaran.
Warga berharap bantuan sosial tidak sekadar menjadi laporan administratif atau alat pencitraan, melainkan benar-benar hadir bagi mereka yang paling membutuhkan.
Selama data masih kacau dan pengawasan lemah, jeritan warga miskin yang tak tersentuh bantuan akan terus menjadi ironi di negeri yang mengaku peduli.
Mul