Gowa-lintassulawesinews.com- Proyek aspirasi adalah program pembangunan atau pengadaan infrastruktur yang diusulkan oleh anggota DPR RI berdasarkan masukan dan kebutuhan didaerah pemilihannya.
Namun pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi Bissua, yang dikerjakan baru-baru ini didesa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga terjadi pemotongan yang mengatasnamakan Proyek Aspirasi Hamka B Kady.
Proyek yang disebut bersumber dari APBN dengan nilai anggaran Rp195 juta tersebut dilaksanakan oleh kolompok Tani P3A Karebosi. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini muncul dugaan adanya pemotongan anggaran dalam proses pelaksanaan proyek yang nilainya disebut mencapai 40 hingga 50 persen dan hampir semua Proyek (P3 TGI) yang dikerjakan dikab Gowa terjadi pemotongan oleh oknum tertentu.
Informasi tersebut tentu perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen anggaran, RAB, realisasi pekerjaan di lapangan, serta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.
Lebih jauh, beredar informasi yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan program aspirasi yang dikaitkan dengan Anggota Komisi V DPR RI Hamka B. Kady,” jelasnya.
Media ini juga memperoleh informasi mengenai dugaan adanya pihak tertentu yang disebut-sebut sebagai orang dekat Hamka B. Kady yang diduga terlibat dalam proses pengurusan proyek dan diduga terjadi pemotongan.
Bahkan, muncul tudingan bahwa pihak yang ingin memperoleh program tersebut harus menyediakan “setoran sukses” sekitar 40–50 persen dari total anggaran yang ada.
P3-TGI merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi dan mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Dengan demikian, apabila benar terdapat pemotongan anggaran hingga 40–50 persen, maka hal tersebut patut menjadi perhatian serius karena dapat berdampak terhadap kualitas dan manfaat pekerjaan yang seharusnya diterima masyarakat petani.
Saat hal tersebut di komfirmasi Hamka B Kady soal soal pemotongan dana Proyek melalui WhatsApp menjawab ” Maaf soal itu sy tdk tau dan bukan rana sy tanya balai pompengan yg bertanggung jawag nangani proyek tsb krn soal uang itu urusan balai dgn ketua kelompok,tks” tulisnya, Rabu, 26/8/26.
Ia juga menulis di chat “Yg menenetukan bukan sy itu adalah balai pompengan mengenai lokasi dan yg kerjakan serta syarat2nya kelompok mana ada dibalai pompengan silahkan tanya disana,jangan ditanya sy dong sebaiknya tanya di balai krn program nasional bukan hanya di gowa seluruh imdonesia” Tulis Hamka B Kady.
Hingga berita ini di tulis kami masih menunggu klarifikasi dari balai besar wilayah Sungai Jeneberang satker operasi dan pemeliharaan SDM Pompengan Jeneberang.
Mul