Sulteng Alokasikan Anggaran Rp10,3 Miliar Untuk Pemerataan Internet

Bagikan Artikel

Palu-lintassulawesinews.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,3 miliar untuk menjalankan program Berani Berdering yang merupakan sebuah kebijakan pemerataan akses internet hingga ke pelosok daerah.

“Total ada 150 desa yang kita fokuskan, di mana setiap desa menerima anggaran sebesar Rp69 juta untuk menjalankan program Berani Berdering,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulteng Wahyu Agus Pratama di Kota Palu, Selasa, 24/8/26.

Agus menyebutkan sekitar Rp40 juta akan digunakan untuk pengadaan peralatan seperti pembelian fiber optik dan sisanya pembelian jaringan satelit serta untuk kebutuhan penguatan sumber daya manusia.

Sesuai rencana, implementasi atau sasaran 150 desa penerima manfaat program Berani Berdering akan mulai dilakukan pada Oktober 2026 atau setelah adanya dukungan anggaran perubahan APBD Provinsi Sulteng.

Pada kesempatan itu, ia menyebutkan khusus Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-Una bantuan Berani Berdering akan diimplementasikan masing-masing di 15 desa. Sementara, kabupaten lainnya hanya 12 desa.

Ia menjelaskan lebih banyaknya porsi atau jumlah sebaran program Berani Berdering di dua kabupaten tersebut disebabkan Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-Una baru saja keluar dari status tertinggal.

Selain itu, hingga saat ini juga masih banyak desa atau wilayah di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-Una yang terpencil sehingga membutuhkan dukungan di berbagai sektor terutama pemerataan akses internet maupun infrastruktur lainnya.

Salah satu contoh baik penerapan program Berani Berdering adalah di Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi yang sudah berjalan sejak 2024. Menariknya, program unggulan gubernur dan wakil gubernur tersebut bekerja sama dengan sebuah organisasi dari luar negeri.

“Jadi, di sana ada dibentuk kelompok komunitas informasi masyarakat yang mengolah terkait dengan jaringan internet,” ujar dia.

Menurutnya, implementasi program Berani Berdering sangat dibutuhkan masyarakat terutama bagi desa yang hingga kini belum tersentuh atau masih terkendala akses internet. Selain itu, kebutuhan internet juga akan mendukung proses belajar mengajar di sekolah, memperlancar layanan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), kantor desa serta kantor-kantor layanan publik lainnya.

Mul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *