Barcode Solar di BPP Bajeng Diduga Dipungut Rp50–80 Ribu

Bagikan Artikel

Gowa-lintassulawesinews.com-Pengurusan rekomendasi dan barcode untuk pembelian BBM jenis Solar subsidi bagi petani pengguna alat mesin pertanian (Alsintan) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, diduga pungli.

Secara ketentuan, petani yang menggunakan Solar subsidi untuk kebutuhan Alsintan memerlukan surat rekomendasi dari Dinas Pertanian atau UPT/BPP. Selanjutnya, data tersebut diproses melalui sistem Subsidi Tepat Pertamina untuk mendapatkan barcode. Proses pelayanan tersebut pada prinsipnya tidak dipungut biaya.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, diduga terdapat pungutan dalam pengurusan rekomendasi maupun barcode Solar subsidi di UPT/BPP Bajeng.

Sejumlah petani disebut diminta membayar uang tambahan yang nilainya berkisar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

Sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku mendengar adanya pungutan terhadap petani yang mengurus barcode, khususnya bagi mereka yang ingin memperoleh lebih dari satu barcode.

“Saya dengar dari orang-orang yang antre BBM di SPBU, khusus yang mengisi jerigen. Kalau mau dapat lebih dari satu barcode, katanya bayar ke Pak Qadri, yang akrab disapa Daeng Situju,” ungkap sumber tersebut.

Informasi tersebut juga menyeret nama Kepala UPT/BPP Bajeng, Muh. Qadri Usman dan sorotan lainnya muncul terkait aktivitas pengambilan Solar subsidi dalam jumlah besar di sejumlah SPBU wilayah Bajeng dan sekitarnya, di antaranya SPBU Limbung, SPBU Tanetea, dan SPBU Panciro.

Informasi yang diterima media menyebutkan, seorang pembonceng disebut dapat membawa hingga sekitar 5 sampai 10 barcode untuk pengambilan Solar subsidi di SPBU Tanetea.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme penerbitan dan penggunaan barcode serta pengawasan distribusi BBM subsidi.

Saat dikonfirmasi hal tersebut kepada Muh Qadri Usman terkait Dugaan Pungli melalui sambungan WhatsApp ia menanggapi balasan,” Mohon maaf kla mmg ada info bgitu BS kita hadirkan orangnya yg di mintai bgitu

Di sini sy cma pembeli kertas tinta belm LG jaringan internet nya sma listrik spa yg mau tanggulanngi,” tulis Muh Qadri Usman.

Hingga berita ini di tulis apakah pelayanan bagi petani yang membutuhkan rekomdasi untuk barcode BBM subsidi tidak di tanggung pembeli kertas,tinta dengan jaringan internet oleh dinas Semoga hal ini sampai ke mentan (menteri pertanian).

 

Mul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *