Sulteng—lintassulawesinews.com-Warga Desa Banano, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, mengeluhkan semakin maraknya sapi ternak yang berkeliaran bebas di area perkebunan dan merusak tanaman milik warga,kamis 27/8/26.
Warga mengaku persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, imbauan kepada pemilik ternak telah beberapa kali disampaikan melalui pengumuman di masjid agar sapi tidak dibiarkan berkeliaran dan memasuki kebun masyarakat. Namun, menurut warga, imbauan tersebut belum juga mendapat perhatian serius dari para pemilik ternak.
“Sudah sering diumumkan di masjid, tetapi pemilik ternak sepertinya tidak menghiraukan. Sapi masih banyak berkeliaran dan masuk ke kebun warga sehingga tanaman kami rusak,” keluh seorang warga Desa Banano yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga menyebut persoalan sapi berkeliaran tersebut bahkan sebelumnya telah diberitakan oleh salah satu media online. Namun, hingga kini mereka menilai belum ada tindakan nyata dari pemerintah setempat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Yang menjadi perhatian warga, sapi-sapi yang berkeliaran dalam jumlah cukup banyak itu diduga bukan hanya milik warga Desa Banano. Berdasarkan keterangan warga, sebagian ternak diduga berasal dari desa tetangga, di antaranya Desa Waedele dan Desa Betaua.
“Ketika kami tanyakan sapi-sapi ini milik siapa, warga mengatakan ada yang berasal dari desa tetangga seperti Waedele dan Betaua. Kami berharap pemerintah bisa segera menertibkannya,” ungkap warga.
Warga juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah telah memiliki peraturan daerah yang mengatur mengenai hewan ternak. Karena itu, mereka meminta aturan tersebut tidak sekadar menjadi regulasi di atas kertas, tetapi benar-benar diterapkan untuk menjaga ketertiban dan melindungi tanaman serta mata pencaharian masyarakat.
Mereka mendesak pemerintah desa dan pemerintah kecamatan segera melakukan pendataan pemilik ternak, memberikan teguran, serta mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku apabila ternak kembali dibiarkan berkeliaran dan merusak kebun warga.
“Kami meminta pemerintah segera mengambil tindakan tegas kepada pemilik ternak yang membiarkan sapinya berkeliaran. Jangan sampai persoalan ini semakin memanas dan menimbulkan konflik antarwarga,” tegasnya.
Warga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara bijaksana melalui langkah penertiban dan penegakan aturan. Mereka juga meminta para pemilik ternak bertanggung jawab dan tidak membiarkan hewan peliharaannya merugikan masyarakat lain
Sidik