Morowali-lintassulawesinews.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut aktivitas hilirisasi mineral berbasis nikel di kawasan industri Morowali, termasuk kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dari sisi perdagangan luar negeri, Sulawesi Tengah mencatatkan kinerja yang solid dengan dominasi ekspor produk hasil hilirisasi industri,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulteng Andi Irman.
Ia menyebut nilai ekspor tinggi terutama berasal dari kawasan industri di Morowali dan Morowali Utara sebagai pusat produksi logam berbasis nikel untuk pasar global.
Ia mengatakan struktur ekonomi daerah tidak sepenuhnya bergantung pada sektor industri karena komoditas pertanian dan perkebunan seperti kakao, kelapa, serta bidang perikanan tetap berperan sebagai penopang daerah, terutama dalam menjaga keseimbangan dan diversifikasi jangka panjang.
Namun demikian, ia menyebutkan hilirisasi mineral berbasis nikel di kawasan industri Morowali telah mengubah struktur dari berbasis bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti feronikel, nickel pig iron, dan produk turunan logam lainnya.
Sektor industri pengolahan mencatatkan kinerja perdagangan kuat sepanjang tahun 2025 dengan nilai ekspor Sulawesi Tengah mencapai 22,32 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau tumbuh 5,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 21,22 miliar dolar AS.
Sementara itu, nilai impor juga meningkat menjadi 11,31 miliar dolar AS, didominasi oleh barang modal dan bahan baku industri. Kabupaten Morowali tercatat sebagai pusat aktivitas perdagangan luar negeri di Sulawesi Tengah.
Pelabuhan Bahodopi dan Morowali mencatat nilai ekspor gabungan sebesar 18,08 miliar dolar AS atau sekitar 81 persen dari total ekspor Sulteng bersumber dari kegiatan industri dan perdagangan luar negeri yang berpusat di Morowali.
Dari sisi komoditas, ekspor didominasi produk besi dan baja dengan pangsa 61,31 persen, disusul nikel sebesar 16,59 persen.
Sementara itu, Deputi Direktur Operasional PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Yulius Susanto menyampaikan total investasi yang masuk ke kawasan IMIP hingga Desember 2025 mencapai 41,483 miliar dolar AS atau setara Rp696,91 triliun, meningkat signifikan dari 29,6 miliar dolar AS pada 2022.
Ia menambahkan peningkatan investasi tersebut sejalan dengan ekspansi industri dan penyerapan tenaga kerja di kawasan IMIP.
Bukan itu saja IMIP juga membuka lapangan kerja lokal dengan jumlah yang cukup banyak.
Mul