Dugaan Korupsi di RS Dr Wahidin Memanas, Mahasiswa Forum Aktivis Lintas Lembaga Turun ke Aksi Demo

Bagikan Artikel

RsrMakassar-lintassulawesinews.com-Puluhan mahasiswa yang tergabung di Forum Aktivis Lintas Lembaga yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo yang beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan Km.11, Tamalanrea Makassar (17/7/2025).

Menyikapi terkait dugaan korupsi Mark-Up pengadaan bedside monitor advance+etCO2+CO tahun anggaran 2024 nilai pagu Rp.18.678.000.000 yang sumbernya dari dana APBN sebanyak 66 Unit pengadaan bedside monitor advance satuan kerja Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Dimana paket pekerjaan tersebut terindikasi telah di arahkan kesalah satu penyedia jasa tertentu, kerena terdapat indikasi Mark-Up perunit bedside monitor advance.

Berdasarkan kajian praktisi anti korupsi patut di curigai ada indikasi korupsi dimana terdapat potensi dugaan kerugian keuangan negara, dengan memberikan keuntungan tidak wajar kepada penyedia, dengan pengadaan metode pemilihan E-Purchasing. (Red)

Setelah beberapa menit melakukan orasinya,perwakilan dari lembaga 5 orang di terima oleh bagian hukum dan humas di ruangan lantai 1 kantor rumah sakit umum pusat DR.Wihiddin Sudirohusodo Dengan Melakukan Audens.

Salah satu perwakilan Irwansyah dari Forum Aktivis Lintas Lembaga mengajukan pertanyaan dan klarifikasi kepada pihak pejabat pada satuan kerja RSUP DR.Whiddin Sudirohusodo Makassar.

Antara lain mereka menanyakan siapa-siapa prinsipal yang memasukkan penawaran dan siapa penyedia yang mengerjakan paket tersebut, apakah produk ini mempersyaratkan nilai TKDN dan bagaimana satuan kerja merepresentase selisih pagu, hps, nilai penawaran hingga ke nilai kontrak dengan penyedia sehingga pedoman terkait efesiensi dan efektifitas terlaksana.

Atas beberapa pertanyaan dan klarifikasi pihak bagian hukum dan humas tidak bisa menjawab atas beberapa pertanyaan tersebut mereka mengatakan aspirasi kami terima,kami tampung dan akan di sampaikan ke pejabat yang memiliki kewenangan terkait persoalan tersebut.

Hingga berita ini ditulis meraka akan melakukan aksi susulan dengan massa yang lebih banyak.

Red: tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *