Parimo–lintassulawesinews.com-Kondisi memprihatinkan masih dialami SD Kecil Terpencil (SDKT) Simoie yang berlokasi di Tompeng, Dusun I, Desa Ogoalas, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong. Sekolah yang memiliki 79 murid tersebut sangat membutuhkan perhatian pemerintah, khususnya terkait pengadaan seragam sekolah, pembangunan gedung, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Kepala SDKT Simoie, Bunyamin, S.Pd., mengungkapkan bahwa kondisi sekolah yang berjarak sekitar 20 kilometer dari ibu kota Kecamatan Tinombo itu masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (6/11/2026).
Menurut Bunyamin, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah seragam sekolah bagi 79 murid. Sebagian pakaian yang digunakan siswa sudah lusuh dan tidak layak pakai.
“Jumlah murid kami sebanyak 79 orang. Kondisi sekolah masih sangat membutuhkan perhatian, terutama pembangunan fisik, pakaian seragam anak sekolah, serta sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar,” ungkap Bunyamin.
Sembilan Tenaga Pendidik Berjuang di Daerah Terpencil
Di tengah keterbatasan fasilitas, SDKT Simoie saat ini hanya didukung sembilan tenaga pendidik dengan rincian satu guru PNS yang juga menjabat kepala sekolah, empat guru PPPK, dua guru honorer yang terdaftar dalam Dapodik, serta dua guru paruh waktu.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, para tenaga pendidik tetap berupaya menjalankan tugas untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di wilayah terpencil tersebut.
Bunyamin berharap kondisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah agar anak-anak di Desa Ogoalas memperoleh fasilitas pendidikan yang layak sebagaimana peserta didik di wilayah perkotaan.
Berharap Bupati Erwin Burase Melihat Langsung Kondisi Sekolah

Harapan besar juga disampaikan Bunyamin kepada Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, S.Kom., yang dijadwalkan melakukan peninjauan terhadap tujuh rumah warga yang terbakar di Desa Ogoalas.
Menurut Bunyamin, lokasi SDKT Simoie tidak jauh dari titik lokasi kebakaran tersebut. Karena itu, ia berharap Bupati dapat menyempatkan diri berkunjung dan melihat langsung kondisi sekolah yang dipimpinnya.
“Kami sangat berharap Bupati Erwin Burase bisa mampir melihat kondisi sekolah kami. Lokasi sekolah tidak jauh dari tempat tujuh rumah warga yang terbakar. Kami sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan pemerintah, terutama pengadaan seragam untuk 79 murid kami,” harapnya.
Minta Pemerintah Segera Berikan Perhatian
Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat memberikan perhatian nyata terhadap kebutuhan pendidikan di wilayah terpencil.
Adapun kebutuhan mendesak yang diharapkan dapat direalisasikan meliputi pembangunan dan perbaikan fisik sekolah, pengadaan seragam gratis bagi 79 murid, bantuan buku pelajaran, serta pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran.
Bunyamin menegaskan bahwa anak-anak di daerah terpencil juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan fasilitas pendukung yang memadai.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong masih dilakukan guna memperoleh tanggapan terkait kondisi dan kebutuhan SDKT Simoie.
Kini, perhatian dan kepedulian pemerintah daerah sangat dinantikan agar 79 murid SDKT Simoie dapat belajar dengan lebih nyaman, layak, dan penuh semangat.
Tim