Parimo–lintassulawesinews.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus mendorong lahirnya petani milenial yang mandiri dan berdaya saing. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggandeng Hannah Asa Indonesia untuk memperkuat literasi keuangan bagi generasi muda yang bergerak di sektor pertanian,kamis 5/11/2026.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi Program Berani Menjadi Petani Milenial yang diikuti 120 peserta di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Saleh, mengatakan program petani milenial bukan sekadar mengajak generasi muda terjun ke sektor pertanian, tetapi juga membangun ekosistem usaha pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.
Menurutnya, petani milenial membutuhkan dukungan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sarana produksi, akses permodalan, pemanfaatan teknologi hingga jaringan pemasaran.
Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan para petani muda tidak hanya mampu menghasilkan produk pertanian, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Program Berani Menjadi Petani Milenial sendiri menargetkan pengembangan 5.000 petani milenial selama periode 2025–2029, atau sebanyak 1.000 orang setiap tahun.
Sementara itu, Pendiri Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menekankan pentingnya literasi keuangan agar petani mampu mengelola usaha secara terukur dan mengetahui keuntungan riil dari hasil penjualan.
Ia menjelaskan, hasil penjualan tidak sepenuhnya merupakan keuntungan karena petani harus memperhitungkan biaya produksi, tenaga kerja, transportasi hingga kebutuhan modal untuk kegiatan berikutnya.
Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, margin keuntungan, serta pengelolaan modal kerja.
Petani juga didorong memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mencatat setiap transaksi, serta memahami arus kas agar mampu mengambil keputusan bisnis secara tepat.
Melalui kolaborasi Pemprov Sulteng dan Hannah Asa Indonesia ini, petani milenial diharapkan semakin cerdas dalam mengelola keuangan, mampu mengembangkan usaha, serta menjadi generasi pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Mul