Touna-lintassulawesinews.com- Tradisi pesta panen rakyat atau Poraa kembali digelar masyarakat Desa Sandada, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi momentum syukuran masyarakat atas hasil panen sekaligus upaya menjaga tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pesta adat Poraa merupakan salah satu tradisi unik masyarakat Tojo Una-Una yang memiliki nilai budaya dan sosial. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan kebersamaan antarwarga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tojo Una-Una, Sudarto Palakana, SE, Danramil 1307-04 Tojo, Camat Tojo, serta jajaran Polsek Tojo.
Kepala Desa Sandada, Idham Umar, mengatakan pelaksanaan pesta panen Poraa tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur masyarakat, tetapi juga bertujuan mempererat kebersamaan warga.
“Pesta panen Poraa ini kami laksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus untuk mempererat kebersamaan masyarakat,” ujar Idham.
Menurutnya, keberadaan tradisi Poraa memiliki nilai penting bagi masyarakat karena menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Ia berharap tradisi tersebut terus dijaga, dipelihara, dan dilestarikan sehingga tetap hidup serta dapat dikenal oleh generasi mendatang.
“Tradisi ini harus terus kita jaga dan lestarikan agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi penerus,” pungkasnya.
Pantauan lintassulawesinews.com, rangkaian pesta panen berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Kehadiran unsur pemerintah, TNI dan Polri turut memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi serta kearifan lokal masyarakat Desa Sandada
Sidik (perwakilan Sulteng)