Pemprov Sulteng Latih Pelaku Usaha Produksi VCO, Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Kelapa     

Bagikan Artikel

Palu-lintassulawesinews.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar pelatihan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) bagi masyarakat dan pelaku usaha guna meningkatkan nilai tambah ekonomi komoditas kelapa serta mendorong pengembangan usaha berbasis kelapa.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno di Palu, Selasa, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam merespons besarnya potensi sumber daya alam komoditas kelapa di wilayah Sulawesi Tengah.

Menurut dia, selama ini tantangan yang dihadapi adalah masih rendahnya nilai tambah ekonomi karena kelapa lebih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku utuh.

“Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu bentuk inovasi pengolahan kelapa yang memiliki peluang pasar yang luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Pengolahan ini mampu memberikan nilai tambah yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan pelatihan produksi VCO yang dilaksanakan selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Juli 2026, menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya usaha baru berbasis produk turunan kelapa.

Pelatihan ini diikuti 40 peserta yang terdiri atas pelaku usaha produksi VCO maupun masyarakat yang berpotensi mengembangkan produk turunan kelapa dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan dari instruktur berkompeten yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi. Peserta juga mendapatkan materi praktik langsung pembuatan VCO.

Ia menjelaskan pelaksanaan pelatihan tersebut juga sejalan dengan semangat Program Berani Harmoni Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sumber daya lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Untuk itu, ia berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam memproduksi VCO berkualitas, tetapi juga mampu mengembangkan produk yang memiliki daya saing.

“Keberhasilan pelatihan ini tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari lahirnya usaha-usaha baru dan berkembangnya industri pengolahan kelapa di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

VCO adalah minyak kelapa murni yang diolah dengan bahan baku utama daging kelapa tanpa melalui proses pemanasan. Pengolahan daging kelapa segar menjadi VCO terbagi menjadi dua proses yaitu wet process (proses basah) dan dry process (proses kering).

Pada proses basah, daging buah kelapa yang telah digiling dicampurkan air untuk pengekstraksian minyak, sedangkan pada proses kering diolah menggunakan bahan baku berupa kelapa kering atau kopra.

VCO adalah obat herbal yang dinilai memiliki manfaat sebagai antivirus dan antibakteri. Walaupun tidak masuk dalam kategori obat, VCO bisa menjadi suplemen tambahan, yaitu makanan esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh.

Marlan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *