Makassar-lintassulawesinews.com-Dalam upaya memperkuat kapasitas buruh dalam mengelola informasi dan membangun narasi perjuangan, Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia melalui Dewan Pengurus Nasional (DPN) menyelenggarakan Pelatihan Media Jurnalistik Buruh di Sekretariat PSBM Makassar pada 26 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh para anggota serikat buruh dan aktivis dari berbagai sektor. Pelatihan berlangsung dalam suasana partisipatif, dengan fokus pada peningkatan kemampuan menulis, memahami struktur berita, serta membangun perspektif kritis terhadap isu-isu perburuhan.
Materi pelatihan dibawakan langsung oleh perwakilan Dewan Pengurus Nasional Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia, yang menekankan bahwa jurnalisme bukan sekadar alat dokumentasi, tetapi merupakan instrumen perjuangan bagi kelas pekerja. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa buruh harus mampu memproduksi narasi sendiri untuk melawan distorsi informasi yang kerap merugikan kepentingan mereka.
“Jurnalisme buruh adalah senjata. Dengan menulis, buruh tidak hanya mencatat realitas, tetapi juga melawan ketidakadilan,” tegasnya
Pemateri Elza Yulianti dari DPN FSBPI/KBPI dalam sesi diskusi.
Pelatihan ini mencakup beberapa pokok bahasan utama, antara lain:
* Teknik dasar penulisan cerita buruh (5W+1H)
* Penyusunan kronologi dan identifikasi masalah
* Penyampaian tuntutan secara sistematis
* Pemanfaatan media digital sebagai alat advokasi
Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi antar anggota untuk memperkuat solidaritas serta membangun jaringan media alternatif berbasis buruh.
Melalui pelatihan ini, Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia berharap para peserta mampu menjadi jurnalis buruh yang aktif, kritis, dan berani menyuarakan kondisi nyata di lapangan.
Ke depan, gerakan buruh diharapkan semakin kuat tidak hanya di jalanan, tetapi juga di ruang informasi publik.
Penulis : Muh Haidir