Morowali-lintassulawesinews.com-Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut), Sulawesi Tengah konsisten menyelaraskan Asta Cita nasional dan program daerah dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
“Asta Cita, program Pemerintah Sulawesi Tengah 9 Berani dan program kabupaten kami selaraskan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” kata Wakil Bupati Morowali Utara Djira di Kolonodale, Selasa, 21/4/26.
Ia mengemukakan guna mengimplikasikan program-program prioritas itu, maka jajaran di Pemkab Morut perlu memperkuat kolaborasi dan inovasi, sehingga setiap program yang dirancang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat serta mendukung lompatan kemajuan Morowali Utara menuju masa depan yang lebih cerah.
Penyelarasan program nasional dan daerah telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 dilaksanakan pada Senin (20/4).
“Musrenbang merupakan momentum strategis untuk merumuskan langkah konkret pembangunan daerah yang berkelanjutan dan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu memperhatikan hal-hal prioritas nasional dan daerah,” ucapnya.
Ia menjelaskan tidak semua program dapat diakomodasi dan diselesaikan sekaligus, program prioritas dikedepankan dan pelaksanaan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi fiskal daerah, tetapi tetap disusun secara maksimal serta terencana.
Sebagaimana visi Morowali Utara yakni Sehat, Cerdas, dan Sejahtera wajib dilaksanakan serta dituangkan dalam perencanaan program, yang mana tiga sektor tersebut berkenaan dengan arah pembangunan nasional maupun daerah tingkat provinsi.
“Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan proses perencanaan, menjaga komitmen bersama, dan menghasilkan dokumen perencanaan terbaik guna mempercepat kemajuan daerah,” tutur Djira.
Ia mengatakan mekanisme perencanaan pembangunan yang partisipatif diharapkan dapat menyinkronkan aspirasi masyarakat dengan prioritas nasional dan provinsi.
“Di tengah potensi besar Morowali Utara sebagai salah satu kawasan nikel terdepan di Sulteng, transformasi digital dan penguatan SDM menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan inklusif, tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi, tetapi juga menjamin kesejahteraan masyarakat secara merata,” ujarnya
Sidik