Proyek Drainase di Malotong “Asal Jadi”Telah Makan Korban Alami Patah Tulang dan luka lebam

Bagikan Artikel

Touna–lintassulawesinews.com-Niat Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) untuk memitigasi banjir melalui pembangunan infrastruktur drainase justru berujung petaka.

Proyek yang diduga dikerjakan “asal jadi” dan tidak memenuhi standar teknis tersebut kini memicu kecelakaan fatal yang menimpa insan pers.

Insiden tragis dialami oleh Kepala Perwakilan Media Radar Nusantara Group wilayah Tojo Una-Una dimana Korban terperosok ke dalam lubang drainase sedalam satu meter yang dibiarkan terbuka tanpa pengaman atau tanda peringatan yang memadai.

Kejadian bermula saat yang bersangkutan menuju parkiran mobil depan rumah oknum salah satu pengacara ternama di touna untuk melakukan audensi namun tak di sangka naas menimpanya jatuh terperosok ke dalam lobang drainase tersebut.

Akibat kecelakaan itu,korban dikabarkan mengalami cedera serius,termasuk luka pada bagian kaki dan patah tulang rusuk.

Kejadian ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait kualitas pengerjaan infrastruktur di wilayah Touna yang dinilai mengabaikan aspek keselamatan publik.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa proyek drainase terbengkalai tersebut konon merupakan pekerjaan yang dikelola oleh salah satu mantan anggota DPRD Kabupaten Touna.

Hingga berita ini diturunkan, proyek tersebut diketahui belum tuntas dikerjakan, namun sudah ditinggalkan dalam kondisi membahayakan pengguna jalan.

“Pembangunan yang seharusnya menjadi solusi banjir,malah menjadi jebakan maut bagi warga.Ini jelas akibat lemahnya pengawasan dan pengerjaan yang tidak sesuai standar teknis,”ujar salah satu rekan media yang berada di lokasi.

Desakan Audit Proyek Kecelakaan fatal yang menimpa pimpinan media lokal ini memicu gelombang protes dari kalangan jurnalis dan aktivis di Touna.

Instansi terkait didesak untuk segera bertanggung jawab atas insiden ini masyarakat malotong meminta agar pihak berwenang segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek drainase di Touna, terutama yang dikerjakan secara tidak tuntas. Kelalaian dalam penyediaan infrastruktur yang aman dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum yang menyebabkan hilangnya keselamatan orang lain.

Saat di konfirmasi Kepala Perwakilan Radar Nusantara Group mengatakan sangat mengecam keras proyek yang di kerjakan asal jadi oleh oknum kontraktor dan berharap pihak terkait segera memperbaiki kembali agar pengguna jalan bisa selamat dari lobang maut tersebut.

Informasi hingga kini yang bersangkutan tengah menjalani perawatan intensif dan berobat di kampung halaman,akibat patah tulang rusuk dan lebam di bagian kiri,Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan malapraktik konstruksi yang merugikan keuangan negara sekaligus mengancam nyawa warga.

Laporan : Sidik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *