KLARIFIKASI: PEMBERITAAN “NYAWA MELAYANG DI LOKET NEGARA” TIDAK SESUAI KENYATAAN

Bagikan Artikel

Gowa, Lintassulawesinews.com || Media online yang mengeluarkan berita berjudul “Nyawa Melayang di Loket Negara: Lansia Diduga Tewas Usai Antre Panjang di MPP Gowa Sistem di Pertanyakan” telah menimbulkan kesalahpahaman yang perlu segera diklarifikasi Selasa,(3/02/2026).

Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Bonto Bontoa, Abdul Kadir Sitaba, secara tegas membantah narasi yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut, menyatakan bahwa setiap poin yang terkait dengan “antre panjang” dan “keterlambatan pelayanan” tidak sesuai dengan kronologis kejadian yang sebenarnya terjadi pada lansia bernama Nunintjik Isa.

Kronologis kejadian dimulai ketika Nunintjik Isa datang ke Kantor Lurah Bonto Bontoa dengan tujuan menggabungkan data anaknya ke dalam Kartu Keluarga (KK).

Staf kelurahan bernama Wahyu langsung mengantar lansia tersebut ke Pelayanan Publik Terpadu (MPP) untuk mempercepat proses pengurusan, tanpa melalui tahap antrian di kantor kelurahan.

Langkah ini menunjukkan komitmen aparatur untuk memberikan pelayanan yang ramah dan responsif kepada masyarakat, terutama lansia.

Sesampainya di MPP, Nunintjik Isa menyadari bahwa dia tidak membawa KK asli. Dalam kondisi tersebut, anak lansia langsung mengantarnya pulang untuk mengambil dokumen tersebut, sementara Wahyu tetap menunggu di lokasi pelayanan untuk memastikan proses tidak terhenti karena kelalaian administrasi.

Hal ini menunjukkan bahwa staf kelurahan tidak hanya bertugas sebagai penghubung, tetapi juga berperan aktif dalam membantu menyelesaikan kendala yang muncul selama proses pengurusan.

Ketika Nunintjik Isa kembali membawa KK asli, waktu pelayanan sudah memasuki jam akhir hari dan hampir tutup. Namun, petugas MPP tetap memberikan layanan dengan penuh tanggung jawab, dan seluruh proses pengurusan selesai dalam waktu kurang lebih 10 menit.

Tidak ada unsur “antre panjang” seperti yang dinyatakan dalam pemberitaan, bahkan pelayanan diberikan secara khusus untuk memastikan lansia tidak perlu datang kembali ke hari berikutnya.

Setelah pengurusan selesai, Nunintjik Isa menyampaikan rasa terima kasihnya dengan menepuk bahu Wahyu, menunjukkan bahwa dia merasa puas dan terbantu dengan pelayanan yang diterima.

Saat bergerak menuju parkiran, Wahyu menyampaikan bahwa urusan sudah selesai dan akan kembali ke kendaraannya. Namun, tak disangka lansia tersebut tiba-tiba terjatuh di samping area parkiran, kemudian segera dibawa ke aula MPP untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Tak lama kemudian, anak Nunintjik Isa datang dengan mobil dan langsung mengantarnya ke Rumah Sakit Bayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Wahyu juga sempat menghubungi pihak keluarga untuk menanyakan kondisi lansia, namun sayangnya kemudian diterima kabar bahwa lansia tersebut telah meninggal dunia.

Kematian ini terjadi setelah proses pelayanan selesai dan tidak ada hubungan dengan durasi antrian maupun kualitas pelayanan yang diberikan.

Abdul Kadir Sitaba menegaskan bahwa sistem pelayanan di MPP Gowa maupun di Kelurahan Bonto Bontoa telah dirancang untuk memudahkan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, dengan mekanisme yang mempercepat proses dan menghindari antrian panjang.

Pemberitaan yang tidak akurat tidak hanya merusak citra institusi pelayanan publik, tetapi juga tidak menghargai upaya aparatur yang telah berusaha memberikan layanan terbaik sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dalam kesempatan ini, Ketua FKPM Kelurahan Bonto Bontoa mengajak seluruh pihak untuk lebih cermat dalam menyebarkan informasi terkait kejadian yang menyangkut pelayanan publik. FKPM juga berkomitmen untuk terus memantau dan meningkatkan kualitas pelayanan di wilayahnya, serta siap memberikan klarifikasi yang akurat setiap kali ada informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Keluarga Nunintjik Isa juga telah menerima penjelasan terkait kronologis kejadian dan memahami bahwa kematian lansia tersebut tidak terkait dengan proses pelayanan di MPP.

(Sa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *