Gowa–lintassulawesinews.com-Pengelolaan Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pannyangkalang Kec Bajeng Kab Gowa menjadi sorotan publik.
Sejumlah warga menduga adanya penyalahgunaan dana BUMDes yang mengarah pada upaya memperkaya diri sendiri oleh oknum pengelola, bahkan dugaan tersebut turut menyeret H Mannarima kepala Desa Pannyangkalang Kec Bajeng Kab Gowa, Rabu, 28/1/2026.
Dugaan ini mencuat setelah media ini mendapat informasi bahwa pemasukan BUMDes Desa Pannyangkalang sangat minim tidak sebanding dengan apa yang di hasilkan.
Sesuai informasi narasumber yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa Patut dicurigai bahwa BUMDes pannyangkalang yang dinilai ada keuntungan orang tertentu dalam pengelolaannya.
Dimana dipublikasikan secara terbuka untuk penghasilan alat pertanian ((kombain) terbagi 2 (dua) unit selatan dan barat milik Desa Pannyangkalang yang di kelola BUMDes hanya jutaan rupiah setiap tahunnya.
mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan BUMDes. Menurutnya, dana penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa cukup besar, namun manfaatnya tidak dirasakan masyarakat.
“Setiap tahun ada anggaran BUMDes, tapi kami tidak tahu uang itu digunakan untuk apa.
Menurut warga Usaha BUMDes jalan, laporan tidak pernah dibuka ke publik berapa nilai pendapatan tidak diketahui Warga juga menyoroti Penggunaan Dana Desa Desa Pannyakalang selama masa jabatan kades 6 tahun terahir dinilai kurang pembangunannya sehingga patut di pertanyakan.
Ditempat terpisah saat di konfirmasi Ketua BUMDes Desa Pannyangkalang yang mengaku Dian Andriawan Melalui sambungan telepon mengatakan bahwa hasil pemasukan untuk tahun 2025 belum laporan,” ucapnya.
Terus ditanyakan laporan 2024 Data ada dirumah di leptop ditanya mengenai kapan boleh di infomasikan ia mengatakan lewat rekaman mengatakan beberapa hari ke depan baru bisa disampaikan.
Hingga berita ini di tulis belum ada kejelasan terkait pengelolah dana BUMDes yang ada di Desa Pannyakalang berharap ada transparansi.
Mul