Gowa, lintassulawesinews.com – Sebuah mobil mewah jenis Alphard diduga milik seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Pare-pare berinisial (I) menjadi sorotan setelah terjaring razia yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gowa di Jalan Poros Panciro, Kabupaten Gowa. Kejadian ini memicu perdebatan publik mengenai etika dan kepatuhan hukum seorang wakil rakyat ( 11/8/2025)
Mobil mewah tersebut diamankan oleh petugas kepolisian karena kedapatan menggunakan plat nomor yang tidak sesuai atau dikenal dengan istilah “plat gantung”. Praktik penggunaan plat nomor gantung melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta dapat dikategorikan sebagai tindakan menghindari pajak kendaraan bermotor.
Menurut keterangan di lokasi kejadian, seorang pria yang keluar dari mobil mewah tersebut mengaku bahwa kendaraan itu milik seorang anggota DPR yang bertugas di daerah kota Pare-Pare. Pengakuan ini semakin memperburuk citra anggota DPR yang bersangkutan di mata masyarakat.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas seorang wakil rakyat. Sebagai pejabat publik, anggota DPR inisial ( i ) seharusnya menjadi contoh yang baik dalam mentaati peraturan perundang-undangan. Tindakan menggunakan plat nomor gantung mencerminkan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan merendahkan wibawa lembaga legislatif.
Publik menuntut agar anggota DPR berinisial ( i ) segera memberikan klarifikasi terkait kejadian ini. Jika terbukti melakukan pelanggaran, yang bersangkutan harus mendapatkan sanksi yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, partai politik tempat anggota DPR tersebut bernaung juga diharapkan mengambil tindakan tegas sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
Kasus ini menjadi momentum bagi seluruh anggota DPR untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan senantiasa menjunjung tinggi etika serta kepatuhan hukum. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dapat terjaga.