Makassar, lintassulawesinews.co – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Corong Rakyat Indonesia (Corakindo) menggelar rapat terbatas di sebuah kafe di Kota Makassar (20/7)
Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pengurus DPP ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan membahas strategi pengembangan organisasi di berbagai daerah.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan akrab Para pengurus DPP Corakindo bertukar pikiran dan berbagi informasi terkait perkembangan organisasi di tingkat daerah, termasuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) di berbagai provinsi. Diskusi terfokus pada upaya peningkatan kinerja dan perluasan jangkauan Corakindo.
Awaluddin Anwar, selaku inisiator pertemuan, didampingi Syafruddin dan Nidya Puspaningrum, SH, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan bagian penting dari upaya membangun komunikasi dan sinergi yang kuat antar pengurus.
Hal ini dinilai krusial untuk memastikan keselarasan visi dan misi dalam menjalankan program-program Corakindo.
Selain membahas perkembangan organisasi, rapat juga menyinggung rencana-rencana strategis ke depan.
Para pengurus DPP Corakindo membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi, serta merumuskan langkah-langkah konkrit untuk mengoptimalkan potensi yang ada.
Hadir dalam rapat tersebut sejumlah tokoh penting DPP Corakindo, antara lain Awaluddin Anwar, Syafruddin, Nidya Puspaningrum, SH, H. Badaruddin Langkoke, Sri Putri Herlin, dan Ruslan.
Kehadiran mereka menunjukkan komitmen dan dedikasi yang tinggi terhadap kemajuan Corakindo.
Komunikasi dan kolaborasi yang efektif di antara pengurus DPP Corakindo dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam mengembangkan organisasi.
Dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung, diharapkan Corakindo dapat semakin berperan aktif dalam masyarakat.
DPP Corakindo berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas jangkauannya di seluruh Indonesia.
Melalui rapat terbatas ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat untuk mencapai tujuan organisasi dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Laporan: Awaludin
Editor: Syamsu Alam